Waktu Oh Waktu (jilid 2)
Tidak ada orang yang menelantarkan waktu,
yang tidak akan ditelantarkan oleh kehidupan.
Tanpa bosan ku ingin memperingatkan diriku sendiri, mudah mudahan menginspirasi dan memberikan penyadaran baru soal yang satu ini : WAKTU.
Tersadar oleh ungkapan Mario Teguh tadi,
( tapi..ehm..gimana tadi yach…)
Waktu yang sedikit dari kita yang digunakan untuk memuliakan Tuhan, akan dibalas oleh Tuhan / Allah untuk memuliakan diri kita. Oh..!!
Selama ini kita (saya) sering menunda nunda waktu shalat karena takut pekerjaan belum selesai, khawatir nanti pas ditinggal shalat ada pembeli, atau orang yang cari kita dsb..dsb ? ( barangkali anda juga kan ? ayo..ngaku ! ayo ngaku ..!)
Padahal Allah tidak membutuhkan tambahan waktu kerja beberapa menit dari kita untuk untuk mendapatkan sesuatu yang "lebih". kalau Beliau sudah berkenan memberikan rejeki / kebaikan bagi kita ya.. mudah saja..
Rejeki kita datang tidak di ukur dari banyaknya waktu kerja yang kita gunakan, tetapi dari kerja keras yang tahu waktu dan keikhlasan memuliakan Tuhan lah yang akan mewujudkan keajaiban rejeki kita.
Keajaiban itu bahkan tanpa perlu waktu lama, Kalau Allah menghendaki terjadi ya.. terjadilah…begitu saja. Kun Fa Yakun..
Ambillah waktu untuk bekerja
Itu adalah nilai keberhasilan
Its Ok.
Tetapi keberhasilan tidak selalu dapat diukur dengan limpahan materi.
Ukuran keberhasilan itu dilihat dari segala sisi kehidupan kita, spiritual , financial, kesehatan, kebahagiaan/keharmonisan keluarga, dsb.
Anda setuju ?
Yah..Semoga kita insyaf.
Berapapun waktu yang kita pakai untuk kerja keras sampai lupa sholat..lupa waktu memuliakan Allah tidak akan mempengaruhi rejeki / kemuliaan kita, jika kita sendiri tidak berusaha untuk mendekatkan diri memuliakan Nya.
Ambillah waktu untuk beriman
Itu adalah kunci menuju surga.
Ambillah waktu untu berdoa
Itu adalah kekuatan terbesar di bumi
Ambillah waktu untuk berpikir
Itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk membaca
Itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencinyai dan dicintai
Itu adalah hak istimewa yang diberikan Sang Pencipta
Ambillah waktu untuk bersahabat
Itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa
Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa
Ambillah waktu untuk memberi
Itu adalah hal yang sangat singkat untuk kepentingan diri sendiri
Ambilllah waktu untuk bermain
Itu rahasia dari masa muda yang abadi.
Lagi-lagi dari Mario Teguh..
...Penyesalan hanyalah pantas untuk orang tua yang rugi
menukarkan daya ledak dari kemudaannya
dengan kesenangan sementara yang sia-sia,
yang hari ini terbukti melemahkan hidupnya.
( O la..la..Aku ini termasuk masih muda atau sudah tua ya..? he..he..) Ah Entahlah..
Yang penting marilah kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Berikan sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain…
Dan..Mari kita Mulai … Dari SEKARANG !
(seperti saya saat ini, benernya udah ngantuk..tapi memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berbagi..sebelum saya tidur.
Pasti bermanfaat ..( Oohh..ah..hm..)
Wassalam…zzzzzzzzzzzzzzzz
Selasa, 23 November 2010
Jumat, 03 September 2010
SENYUM adalah SIHIR HALAL
Hallo..
Maaf ya..lanjutan postingannya agak lambat..sibuk bikin nastar buat lebaran.
Oke kita mulai aja yach.!
Ringkasan buku La Tahzan karya Dr. ‘Awadh Bin Muhammad Al-Qarni.
Yang menginspirasi saya menjalani kehidupan hari ini dengan indah.
Ya..Selalu hari ini karena yang kemarin sudah berlalu dan besok tak pernah ada yang tahu.
Maksimalkan , fokuskan hari ini..apa hal terbaik yang bisa kita lakukan, tetap dengan senyuman yang lebar..tarik nafas panjang..lapangkan dada..
Senyum adalah sihir yang halal , persekot kasih sayang, dan tanda persaudaraan. Ia juga surat kilat yang membawa berita kedamaian dan cinta kasih, sekaligus sedekah yang mudah diterima, yang menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang ridha, tenang dan teguh.
Tidak kah anda inginkan jiwa yang sedemikian itu? Mudah lho untuk tersenyum .. hanya menaikkan garis bibir saja. Ayo coba.yuk !!.
Rasakan dan nikmati indahnya dunia dunia…
"Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tiga belas otot untuk tersenyum." Mudah kan ...??
Untuk itu jangan bersedih, kesedihan tidak akan mengembalikan yang telah hilang; rasa takut tidak akan memperbaiki keadaan masa depan, kegelisahan tidak bisa mewujudkan kesuksesan, namun jiwa yang lurus dan hati yang ridha .. keduanya merupakan sayap kebahagiaan. ..Kembang kan sayap-sayapmu…uu hu……(seperti lagunya kangen band..).
Kebahagiaan adalah ketika kita bisa menikmati apa yang ada dan telah dicapai, , tidak terlalu ambisius, tidak terlalu antisipatif , bersabar dan membuang semua kekhawatiran.
"Mereka yang menikmati melakukan suatu pekerjaan dan menikmati juga apa yang telah mereka capai adalah mereka yang berbahagia."
- Johann Wolfgang von Goethe –
Salah satu motivator faforit saya adalah Mario Teguh. Kalimatnya yang sederhana dan mudah di mengerti menjadikan kita lebih mudah memahami idenya.
Beberapa yang bisa menginspirasi :
Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira,Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.
Marilah kita saling mendoakan bagi keberhasilan kerja kita hari ini, dan kebaikan bagi keluarga yang sedang membangun kehidupan yang baik di rumah dan di mana pun mereka berada.
Marilah kita mencoba untuk menggunakan kasih sayang sebagai pengganti kemarahan, dalam mengupayakan kebaikan bagi kehidupan kita dan semua yang kita layani.
Mantap Coy..! Pasti bermanfaat..
Semoga bahagia selalu..
Maaf ya..lanjutan postingannya agak lambat..sibuk bikin nastar buat lebaran.
Oke kita mulai aja yach.!
Ringkasan buku La Tahzan karya Dr. ‘Awadh Bin Muhammad Al-Qarni.
Yang menginspirasi saya menjalani kehidupan hari ini dengan indah.
Ya..Selalu hari ini karena yang kemarin sudah berlalu dan besok tak pernah ada yang tahu.
Maksimalkan , fokuskan hari ini..apa hal terbaik yang bisa kita lakukan, tetap dengan senyuman yang lebar..tarik nafas panjang..lapangkan dada..
Senyum adalah sihir yang halal , persekot kasih sayang, dan tanda persaudaraan. Ia juga surat kilat yang membawa berita kedamaian dan cinta kasih, sekaligus sedekah yang mudah diterima, yang menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang ridha, tenang dan teguh.
Tidak kah anda inginkan jiwa yang sedemikian itu? Mudah lho untuk tersenyum .. hanya menaikkan garis bibir saja. Ayo coba.yuk !!.
Rasakan dan nikmati indahnya dunia dunia…
"Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tiga belas otot untuk tersenyum." Mudah kan ...??
Untuk itu jangan bersedih, kesedihan tidak akan mengembalikan yang telah hilang; rasa takut tidak akan memperbaiki keadaan masa depan, kegelisahan tidak bisa mewujudkan kesuksesan, namun jiwa yang lurus dan hati yang ridha .. keduanya merupakan sayap kebahagiaan. ..Kembang kan sayap-sayapmu…uu hu……(seperti lagunya kangen band..).
Kebahagiaan adalah ketika kita bisa menikmati apa yang ada dan telah dicapai, , tidak terlalu ambisius, tidak terlalu antisipatif , bersabar dan membuang semua kekhawatiran.
"Mereka yang menikmati melakukan suatu pekerjaan dan menikmati juga apa yang telah mereka capai adalah mereka yang berbahagia."
- Johann Wolfgang von Goethe –
Salah satu motivator faforit saya adalah Mario Teguh. Kalimatnya yang sederhana dan mudah di mengerti menjadikan kita lebih mudah memahami idenya.
Beberapa yang bisa menginspirasi :
Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira,Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.
Marilah kita saling mendoakan bagi keberhasilan kerja kita hari ini, dan kebaikan bagi keluarga yang sedang membangun kehidupan yang baik di rumah dan di mana pun mereka berada.
Marilah kita mencoba untuk menggunakan kasih sayang sebagai pengganti kemarahan, dalam mengupayakan kebaikan bagi kehidupan kita dan semua yang kita layani.
Mantap Coy..! Pasti bermanfaat..
Semoga bahagia selalu..
Langganan:
Postingan (Atom)